Hewan
yang dinamakan sugar glider (pelayang gula) adalah sejenis tupai berkantung dan
mempunyai membran melayangnya, yang dikenal
sebagai patagium, yang memanjang dari kaki depan ke kaki
belakang. Berfungsi untuk
melayang sebagai sarana yang efisien untuk mencapai makanan dan
menghindari predator. Mereka memiliki
penampilan dan kebiasaan yang sangat mirip dengan tupai terbang meskipun tidak terkait erat.
Hewan ini hidup dimalam hari dan suka makanan yang manis. Hal inilah alasan
hewan ini dinamakan sugar glider.
Nama ilmiahnya, Petaurus breviceps, diterjemahkan dari
bahasa Latin sebagai "penari tali berkepala pendek", sebagai
referensi untuk aksi akrobat salto kesukaan sugar glider.
Sugar glider adalah hewan satu-satunya spesies Petaurus yang berasal dan ditemukan di seluruh bagian utara dan timur daratan Australia, Tasmania, New Guinea dan beberapa pulau terkait, Kepulauan Bismarck, Kepulauan Louisiade, dan pulau-pulau tertentu di Indonesia, Kepulauan Halmahera di Maluku Utara.
Saat ini Sugar glider mulai langka di daerah asal usulnya dan telah dikonservasi pemerintah setempat. Untuk itu para pecinta hewan berusaha melestarikan sugar glider ke seluruh penjuru dunia.
Fosil sugar glider Australia paling awal ditemukan di
sebuah gua di Victoria dan berumur 15.000 tahun yang lalu, pada zaman
Pleistosen. Pengenalan sugar glider yang
diidealkan ke Tasmania pada tahun 1835 didukung oleh tidak adanya sisa-sisa
kerangka pada endapan tulang subfosil dan kurangnya nama Tasmania Aborigin
untuk hewan tersebut. Di Australia, distribusi sugar glider sesuai dengan hutan
di sepanjang garis pantai selatan, timur dan utara, dan meluas sampai
ketinggian 2000 m di kisaran timur. Dari Tasmania sugar glider diperkenalkan dan
berkembang ke Amerika dan akhirnya ke Asia.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar